Mengapa Australia Jadi Pilihan?
Jakarta - Australia merupakan salah satu negara pilihan warga Indonesia untuk melakukan investasi properti. Daya tariknya beragam mulai dari lokasi yang dekat Indonesia hingga pasar propertinya yang prospektif.
Menurut President Director Xavier Marks, Daniel Sunyoto, orang Indonesia sebenarnya memiliki daya beli yang cukup kuat. Selama 30 tahun berkarir di bidang properti, ia menemukan banyak orang Indonesia yang memiliki properti di Indonesia juga punya aset rumah kedua ataupun investasi di Australia.
“Australia ini dipandang sebagai salah satu investasi yang cukup menarik adalah karena kedekatan jaraknya dengan Indonesia. Kurang lebih mungkin dari Jakarta atau Surabaya, hanya sekitar 6-7 jam,” – Daniel Sunyoto
Banyak juga orang Indonesia yang mengirimkan anaknya sekolah ke luar negeri memilih Australia dibanding Eropa atau Amerika Serikat karena kondisi ekonomi dan politik yang stabil.
Properti untuk Anak Kuliah dan Investasi
Menurut Hartono Poernomo, Executive President Xavier Marks Sydney CBD, warga RI biasanya membeli properti sebagai tempat tinggal anak yang studi di Australia, atau sebagai investasi karena pertumbuhan harga sewa dan properti yang stabil.
Harga sewa meningkat stabil sekitar 5-6% per tahun, dengan tingkat kekosongan hanya 1%. Rata-rata properti bisa tersewa dalam waktu 4 minggu.
Properti Hak Milik dan Jenisnya
Semua properti di Australia adalah hak milik, bukan sewa. Hartono menjelaskan orang Indonesia juga bisa beli tanah kosong dan membangun rumah atau kos-kosan seperti granny flat dan dual occupancy.
“Satu rumah, satu atap, dua pintu. Bisa disewakan satu, dijual satu, atau ditinggali oleh anaknya.” – Hartono Poernomo
Strategi Investasi Menguntungkan
Strategi yang disarankan yaitu membeli rumah tua, direnovasi atau dibangun ulang, lalu dijual kembali. Nilai bisa naik sampai 30%. Alternatif lain yaitu house and land package dari pengembang terpercaya.
Menurut Hartono, value properti ada di tanahnya, bukan bangunan. Rumah tapak di suburb memiliki potensi kenaikan nilai lebih tinggi dibanding apartemen di CBD dalam 10 tahun mendatang.